Grapesda News

UNJUK RASA GRAPESDA & MASYARAKAT DI PT. IBP

Grapesda.org  Senin 30/10/2017 , Ratusan Masyarakat Dusun Loa Ranten Desa Loa Janan Ulu & masyarakat RT.01 Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara  bersama Grapesda Kalimantan  melaksanakan Aksi Unjuk rasa, terhadap PT. Insani Bara Perkasa salah satu perusahaan Tambang Batu Bara anak Perusahaan Rain Group Tbk salah satu Pemegang Ijin PKP2B di Kutai Kartanegara Seluas 23.472,30 Ha ( 1005,30 Ha ( Produksi ) & Total Luas : 24.477,60 Ha .

Unjuk rasa tersebut adalah buntut dari kekecewaan masyarakat terhadap PT. Insani Bara Perkasa yang terkesan tidak memperdulikan aspirasi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembukaan Jalan yang menghubungkan Dusun Loa Ranten & Dusun tegal Anyar , menyikapi hal tersebut pihak masyarakat melaporkan tindakan PT. Insani Bara Perkasa ke kantor Grapesda Kalimantan sebagai salah satu Lsm yang bergerak dibidang lingkungan .

Menindak lanjuti laporan Masyarakat  pihak  Grapesda Kalimantan  membawa persoalan tersebut ke DPRD Kutai Kartanegara untuk membantu serta memfasilitasi aspirasi masyarakat kecamatan loa janan.

DPRD Kutai Kartanegara melalui Wakil Ketua DPRD Kukar Supriadi, Spd, Mpd  melaksanakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) pada tanggal 31 Agustus 2017 namun sehari sebelumnya pihak DPRD mengirimkan surat undangan rapat ke PT. IBP , PT. KPP , PT. SJA dan beberapa perusahaan yang terkait dengan konsesi PT. Insani Bara Perkasa . Dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) tersebut di hadiri oleh Camat Loa Janan, Kepala Desa Loa Janan ulu beserta jajarannya, Bappeda Kukar dan Dinas PU Kukar serta lembaga Grapesda Kalimantan , sementara pihak perusahaan  hanya dihadiri oleh humas PT. Insani sementara PT.KPP dan perusahaan lain tidak ada kabar .

Supriadi Spd, Mpd selaku Wakil Ketua DPRD Kukar yang memimpin rapat sempat melontarkan teguran keras dan ultimatum kepada pihak PT. IBP serta memberikan batas waktu realisasi bantuan alat berat dalam waktu 1 minggu . Namun sampai batas waktu yang di tentukan juga tidak ada respon positif dari pihak perusahaan , akhirnya pihak DPRD Kukar melaksanakan peninjauan lapangan dan kembali memanggil pihak managemen PT.IBP untuk ikut melihat lokasi jalan yang dimaksud , dalam peninjauan lapangan tersebut di hadiri bapak Camat Loa Janan , Kepala Desa Loa Janan Ulu dan jajarannya serta Lsm Grapesda Kalimantan dan kembali pihak PT.KPP tidak hadir . Pada kesempatan tersebut pihak DPRD Kukar dan Camat Loa Janan kembali menegaskan kepada perwakilan managemen PT. Insani untuk merealisasikan bantuan alat berat paling lambat tiga hari setelah peninjauan lapangan tersebut .

Namun sampai Tanggal 26 Oktober 2017 tetap tidak ada realisasi seperti yang di janjikan , menyikapi persoalan tersebut Lsm Grapesda Kalimantan  menganggap pihak Perusahaan telah melakukan pelecehan terhadap institusi Kecamatan Loa Janan , DPRD Kukar yang merupakan refresentasi masyarakat Kutai Kartanegara . Akhirnya tanggal 30 Oktober 2017 Grapesda Kalimantan beserta masyarakat melakukan pemblokiran jalan hauling PT. IBP .

Apa yang dilakukan oleh PT.IBP dan beberapa perusahaan konratraktornya tersebut adalah contoh dari ketidakpedulian para pengeruk SDA Kalimantan untuk daerah dimana mereka melakukan Investasi , mereka hanya pandai merusak Alam Kalimantan dan tidak peduli dengan aspirasi serta keluhan masyarakat sekitar tambang , Pemerintah Daerah melalui instansi terkait harusnya mengambil tindakan tegas terhadap kelakuan para Investor Nakal di daerah ini . Mengingat apa yang mereka sumbangkan ke daerah dan masyarakat tidak seimbang dengan kerusakan lingkungan yang ada . ( Tim Grapesda )

 

Grapesda Kalimantan
Grapesda Kalimantan
Environment Organization [ Organisasi Lingkungan Hidup ] Didirikan di Samarinda Tanggal 16 Januari 2012 Ketua Umum : Arie Yannur
http://www.grapesda.org