Grapesda News MASYARAKAT ADAT

ROTANKU NASIBMU KINI “Agroforestry tertua itu kini kehilangan masa depan “

Grapesda.org: Kelestarian Rotan kini berada pada posisi yang sangat mengkwatirkan,Suara-suara petani dan pengumpul rotan di pedalaman-pedalaman Kalimatan Petani dan pengumpul rotan tidak lagi didengar.

Hal tersebut diperparah lagi di masa otonomi daerah sekarang, Pemerintah Daerah Kurang begitu peduli dengan Perkebunan Rotan rakyat , Pemerintah terkesan justru lebih mendukung Tambang batu bara dan perkebunan sawit , di semua wilayah Kalimantan kedua bidang ini menjadi bintang bagi pertumbuhan ekonomi daerah , walaupun keduanya justru berdampak buruk bagi kelestarian ekosistem Bumi . Ekspansi luasan tambang semakin meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini memicu hilangnyan kebun rotan tradisional milik masyarakat pribumi kalimantan.

ROTAN KOTOK

 

 

Disisi lain ekspansi perusahaan perkebunan kelapa sawit ( PKS ) di hampir semua daerah Kalimantan , semakin mengancam rotan di habitat aslinya bumi kalimantan. Hampir semua kabupaten/kota di Kalimantan mencanangkan perluasan kebun sawit, kebijakan tersebut membuat petani Rotan Kalimantan semakin terjepit, Rotan dipandang tidak lagi memberi manfaat ekonomi oleh pemerintah.

Hal tersebut diatas membuat Petani Rotan Kalimantan menjadi frustasi , dan akhirnya para petani pun menyerah kalah dan merelakan kebun rotan mereka dibabat untuk perkebunan sawit dan tambang batu bara.
Kebun Rotan trasional kalimantan sebagai salah satu sistem agroforestri tertua di Indonesia ,saat ini sedang mengalami masa-masa sulit dan berada diambang kepunahan. Setiap tahun Ratusan ribu hektar kebun rotan di Kalimantan hilang. Ekspansi dua komuditas yaitu Batu bara dan perkebunan kelapa sawit adalah dua hal penyebab utama kehancuran Agroporestry tertua kita ini.

Rotan

Bila kita mau mencermati sesungguhnya kebun rotan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia(multi function)
Kebun roran sebenarnya juga berpungsi sebagai kawasan konservasi hasil budidaya manusia dan sistem penyangga daerah kawasan hutan sekaligus sebagai penyangga Daerah Aliran Sungai (DAS). karena itu sesungguhnya ekosistem kebun rotan harus diprtahankan untuk mengurangi dampak pemanasan global (global warming), kawasan kebun rotan dihabitat aslinya bumi kalimantan perlu dukungan untuk mempertahankan kebaradaannya. semua Stackeholder, masyarakat,pemerintah terlebih lagi pemerintah sebagai pemegang Otoritas agar lebih bijak dalam pengelolaan SDA ,agar keaneka ragaman hayati bumi kalimantan bisa dipertahankan ,karena kita semua punya kewajiban yang sama menjaga dan melestarikan keaneka ragaman hayati bumi ini. ( Penulis Arie Yannur /Redaksi G News )

Save

Save

Save