Grapesda News

PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MERUSAK EKOSISTEM GAMBUT KALTIM

Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi lahan Gambut, tercatat 0,3 Juta Hektar lahan gambut dimiliki Kaltim saat ini , walaupun menurut Grapesda kalau mau jujur sebenarnya Luasan lahan gambut Kaltim bisa melampaui dari data tersebut dan 235.822 Hektar berada di Kutai Kartanegara.

SAWIT MERUSAK EKOSISTEM GAMBUT

Saat ini Badan Restorasi Gambut nampaknya belum melirik Kaltim sebagai Tujuan utama untuk penanggulangan kerusakan lahan Gambut, hal ini di karenakan saat ini untuk 5 Provinsi di Kalimantan yang masuk Program prioritas hanyalah Kalimantan barat dan Kalimantan Tengah. Berdasarkan pantauan Grapesda Kalimantan yang dianggap kerusakan gambut oleh lembaga terkait hanyalah dilihat dari konteks kebakaran , padahal ketika lahan gambut terbakar  tidak merusak pungsi  gambut secara keseluruhan , karena kebakaran hanya akan  merusak struktur atas namun jarang merusak struktur bawah yang menyimpan Carbon ,  dan bisa kembali normal hanya dalam kurun waktu sekitar 1 tahun ,yang merusak secara total justru alih pungsi lahan Gambut menjadi areal perkebunan Kelapa sawit .

Dari 0,3 Juta lahan gambut Kaltim tersebut menurut Grapesda hanyalah sisa dari alih pungsi lahan gambut untuk  perkebunan kelapa sawit  , hal inilah yang akhirnya menjadi acuan bahwa lahan gambut Kalimantan Timur seolah baik – baik saja .

Padahal emisi bersih tahunan GRK dari penggunaan lahan lahan dan perubahan penggunaan lahan di hutan dan lahan gambut akibat ijin Investasi perkebunan  semua jenis emisi dan serapan GRK m CO2-e meningkat setiap tahunnya  . ( Tim )