Grapesda News

” KALIMANTAN TERJAJAH INVESTASI SDA “

” KALIMANTAN TERJAJAH INVESTASI SDA ”

Lintas Kalimantan : Kelestarian alam Kalimantan makin memperihatinkan, hal itu diakibatkan oleh berbagai macam aktivitas eksploitasi SDA, mulai Perkebunan Kelapa Sawit ( PKS ) sampai pertambangan Migas dan Batu Bara.
Disetiap daerah di Kalimantan terjadi perlawanan masyarakat ,namun sampai saat ini Aktivitas Ekploitasi tetap saja berlangsung, begitu pula ijin – ijin masih saja ditebitkan oleh pemerintah,bahkan terkesan hanya diproses diatas meja. Pemulihan kerusakan lingkungan bukanlah hal yang mudah butuh puluhan bahkan ratusan tahun ,hal ini sepertinya tidak dipikirkan oleh pemegang otoritas mulai pusat sampai ke daerah di Kalimantan.Foto Grapesda Kalimantan.

Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan misalnya misalnya, berdasarkan hasil Audit BPK untuk tambang Kalsel dan Kaltim tahun 2010 – 2011, dari 247 Pemegang IUP Batu Bara di Kaltim,didapati 64 Perusahaan tidak membuat rencana reklamasi Pasca tambang, 73 malah tidak menyetor Jaminan reklamasi.
Berdasarkan data di Markas Besar GRAPESDA KALIMANTAN,Kaltim saat ini memiliki 1.541 IUP dan 67 Ijin PKP2B dari jumlah tersebut lahan yang akan dijadikan Areal Pertambangan seluas 6,938,611,18 Ha dengan rincian 5,314,294,69 Ha IUP dan 1.624316,49 Ha PKP2B, sementara itu luas Wilayah Kaltim adalah, 29.201.34 Ha jika dibagi dengan jumlah masyarakat Kaltim yang saat ini berjumalah 3.908,737 X 2 Ha perjiwa ,maka setiap jiwa masyarakat Kaltim 1/2 hektar lahan garapannya pertanian dan cadangan pemukimannya.

Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan oleh kita semua , bagaimana tidak akibat maraknya ekploitasi tersebut ,berdampak pada kelestarian Alam Kalimantan, dan akhirnya masyarakat yang dirugikan, mulai bencana Banjir sampai Kesehatan masyarakat juga terganggu, Kerusakan alam dengan disengaja juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap Hak Azasi Manusia ( HAM ) serta bentuk Penjahan gaya baru yang berkedok Investasi, ini jelas-jelas bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3, namun anehnya sampai saat ini belum ada tindakan serius dari pemerintah untuk melakukan tanggung jawabnya, bahkan terkesan pemerintah pusat dan daerah juga terlibat dalam kelompok Mafia pelaku perusak lingkungan ini. ( Redaksi GRAPESDA NEWS /Tim Liputan 18/11/2013 / dirilis kembali 11/08/2017

4.724 orang dijangkau

Save

Save

Grapesda Kalimantan
Grapesda Kalimantan
Environment Organization [ Organisasi Lingkungan Hidup ] Didirikan di Samarinda Tanggal 16 Januari 2012 Ketua Umum : Arie Yannur
http://www.grapesda.org