Grapesda News

” JABON SI KALAMPAYAN “

” JABON SI KALAMPAYAN ”
Oleh : Tim Kampanye Grapesda Kalimantan

Saat ini di Indonesia, sedang gencar – gencarnya di perkenalkan sebuah program yaitu Budidaya Jabon . Program tersebut mendapat sambutan yang antusias oleh pemerintah provinsi serta kabupaten / kota di kalimantan .
Jabon mungkin terdengar asing di telinga masyarakat pribumi Kalimantan , namun perlu disadari bahwa tumbuhan yang masuk dalam ,
Kerajan : Plantae
Ordo : Gentianales
Kelarga : Rubiaceae
Marga : Neolamarckia
Genus : N. cadamba

adalah salah satu dari kekayaan Keaneka Ragaman Hayati bumi Kalimantan , Masyarakat lokal Kalimantan mengenal Jabon sebagai Pohon ( Kalampaian ,galupai, harapean, johan, kiuna serta serebunaik )
Pohon Jabon atau kalampaian dibawa ke pulau Jawa dari Kalimantan oleh tentara VOC sekitar 1400an untuk ditanam dan di budidayakan guna keperluan pemenuhan bubuk mesiu dan arang pembakaran generator listrik mereka kala itu , namun sekitar 1700an pohon jabon ini mulai punah di pulau jawa.

Foto Grapesda Kalimantan.
Foto Grapesda Kalimantan.

Pada era tahun 80 sampai 90an Masyarakat lokal memasukan Kalampaian atau jabon ini dalam kelompok meranti putih untuk industri kayu olahan ,

Mencermati Program Budidaya Jabon yang diperkenalkan saat ini satu sisi kita sangat mendukung namun disisi lain kita harus menyadari bahwa pohon Jabon atau Kalampaian tersebut adalah species endemik Kalimantan yang sudah berada pada titik rawan atau terancam kepunahan akibat eksploitasi SDA yang tidak berpihak pada semangat kelestarian .

Pemerintah Daerah harusnya menyadari bahwa orang luar hanyalah melihat dari sudut pandang ekonomi & bisnis saja ketika berbicara kekayaan SDA Kalimantan , namun dampak dari eksploitasi dan eksplorasi tersebut adalah kerusakan ekosistem yang di iringi dengan kepunahan species – species Flora & Fauna Endemik Kalimantan yang ujungnya pasti berdampak negatif kepada masyarakat lokal Kalimantan itu sendiri .

Save