Grapesda News

“ KEKAYAAN SDA KALTIM KEHILANGAN MANFAAT “

Oleh : Arie Yannur  / Direktur Eksekutif Grapesda Kalimantan

“Kalimantan Timur “ adalah suatu daerah yang memiliki kekayaan  berlimpah di bidang sumber daya alam ( SDA )  baik hayati maupun non hayati, hal inilah membuat para investor berlomba ingin menanamkan modalnya .

Namun ironisnya sumber daya  alam yang melimpah ini hasilnya dibawa dan direinvestasikan keluar Kaltim.  Akhirnya masyarakat Kaltim tidak mendapat bagian dan menikmati hasil secara maksimal . Padahal berdasarkan penelitian energi fosil yang terdapat di dunia hanya tersisa untuk 52 tahun lagi.

Sementara sisa energi fosil di bumi  Kaltim sendiri, sekarang tersisa kurang dari 24,96 triliun kaki kubik ,  gas bumi misalnya  diperkirakan akan habis sekitar 18  tahun lagi , sementara Batu Bara diperkirakan  tersisa kurang dari 25,13 miliar ton dan diperkirakan  akan habis kurang dari 50 tahun mendatang , yang lebih mengkhawatirkan adalah  Minyak  bumi  yang diperkirakan tersisa 765,75 miliar barel dan diprediksi habis dalam kurun waktu  kurang lebih 10 tahun lagi.

Begitu besarnya SDA yang terkandung di Bumi Kalimantan sampai saat ini tidak membawa manfaat positif  terhadap pembangunan Kaltim , begitu pula untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribuminya . sementara nilah kerugian untuk pemulihan lingkungan yang rusak akibat dampak investasi SDA diperkirakan mencapai Rp. 242.175 trilyun pertahun , mencermati hal tersebut Grapesda  Kalimantan  berpendapat  daerah Kaltim dengan Kekayaan Sumber Daya Alamnya ,  laksana sapi yang di kandangkan untuk di ambil susunya setelah itu hanya di beri imbalan rumput seadanya  , alias tidak diperlakukan dengan adil oleh pusat .